This article has been translated from English to Indonesian.
Trading dengan margin adalah cara bagi trader dengan modal terbatas untuk menghasilkan keuntungan (atau kerugian) yang signifikan.
Jika Anda gagal memahami konsep margin atau tidak tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi margin call dari broker Anda, Anda pasti akan mengalami keterkejutan saat akun trading Anda meledak.
Berikut adalah lima cara untuk menghindari margin call.
1. Ketahui apa itu margin call.
Memahami apa itu margin call dan bagaimana cara kerjanya adalah langkah pertama untuk mengetahui cara menghindarinya.
Sebagian besar trader baru ingin fokus pada detail trading lainnya seperti indikator teknikal atau pola grafik, namun tidak terlalu memperhatikan elemen penting lainnya seperti persyaratan margin, ekuitas, margin yang digunakan, margin bebas, dan level margin.
Jika Anda terkena margin call secara tiba-tiba, ini biasanya berarti Anda tidak tahu apa yang menyebabkan margin call dan membuka trade tanpa mempertimbangkan persyaratan margin.
Jika ini Anda, Anda pasti akan gagal sebagai trader. Dijamin.
Margin call terjadi ketika Level Margin akun Anda turun di bawah level minimum yang disyaratkan.
Pada titik ini, broker Anda akan memberi tahu Anda dan meminta Anda menyetor lebih banyak uang ke akun Anda untuk memenuhi persyaratan margin minimum.
Saat ini, proses ini sudah otomatis sehingga broker Anda mungkin akan memberi tahu Anda melalui email atau pesan singkat, bukan melalui telepon.
2. Ketahui apa saja persyaratan margin bahkan sebelum Anda membuat order APAPUN.
Mengetahui persyaratan margin SEBELUM Anda membuka trade sangatlah penting.
Konsep margin call tidak terlalu dipikirkan oleh sebagian besar trader, terutama ketika mereka menempatkan pending order dengan broker mereka.
Biasanya, trader cenderung menempatkan order pada broker mereka dan order tersebut tetap terbuka hingga harga limit tercapai atau hingga pending order berakhir.
Ketika Anda menempatkan pending order, akun trading Anda tidak terpengaruh karena margin tidak diterapkan pada pending order.
Namun, hal ini membuat Anda menghadapi risiko pending order terisi secara otomatis.
Jika Anda tidak memantau level margin Anda dengan benar, ketika order ini terisi, hal ini dapat mengakibatkan margin call.
Untuk menghindari situasi seperti itu, Anda perlu mempertimbangkan persyaratan margin sebelum membuat order.
Anda harus memperhitungkan jumlah margin yang akan dikurangi dari margin bebas Anda, serta memiliki margin tambahan sehingga perdagangan Anda akan memiliki ruang untuk bernapas.
Ketika Anda memiliki beberapa pending order yang terbuka, hal ini dapat membingungkan dan jika Anda tidak berhati-hati, order-order ini dapat mengakibatkan margin call.
Untuk menghindari tragedi seperti itu, sangat penting bagi Anda untuk memahami persyaratan margin untuk setiap posisi yang Anda rencanakan untuk dimasuki.
3. Gunakan order stop loss atau trailing stop untuk menghindari margin call.
Jika Anda tidak tahu apa itu stop loss order, Anda akan kehilangan banyak uang.
Sebagai penyegaran, stop loss order pada dasarnya adalah order stop yang dikirim ke broker sebagai pending order. Order ini terpicu ketika harga bergerak berlawanan dengan trade Anda.
Contohnya, jika Anda membuka posisi long 1 lot mini pada USD/JPY di 110.50, dan Anda menetapkan stop loss di 109.50.
Ini berarti ketika USD/JPY turun ke 109.50, stop order Anda terpicu dan posisi long Anda ditutup dengan kerugian 100 pip atau $100.
Jika Anda berdagang TANPA order stop loss dan USD/JPY terus turun, pada titik tertentu, tergantung pada jumlah uang yang Anda miliki di akun Anda, Anda akan memicu margin call.
Perintah stop loss atau perintah trailing stop mencegah Anda mengambil kerugian lebih lanjut, yang membantu mencegah margin call.
4. Buatlah skala posisi daripada masuk sekaligus.
Alasan lain mengapa beberapa trader mengalami margin call adalah karena mereka salah menilai pergerakan harga.
Contohnya, Anda merasa GBP/USD sudah naik terlalu tinggi dan terlalu cepat, dan Anda yakin harga tidak mungkin naik lagi, sehingga Anda membuka posisi short BESAR.
Jenis perdagangan yang terlalu percaya diri ini meningkatkan kemungkinan memicu margin call.
Untukmenghindari hal ini, salah satu pendekatannya adalah dengan membangun posisi trading, yang juga dikenal dengan istilah "scaling in".
Alih-alih trading dengan 4 lot mini langsung, mulailah dengan 1 lot mini. Kemudian tambahkan atau"scale in"ke posisi tersebut saat harga bergerak sesuai keinginan Anda.
Sementara Anda terus menambahkan posisi baru, Anda juga bisa mulai memindahkan stop loss pada posisi sebelumnya untuk mengurangi potensi kerugian atau bahkan mengunci profit.
Penskalaan posisi dapat membantu Anda memperbesar profit sambil trading tanpa risiko saat Anda menggabungkan semua posisi.
Meskipun ini biasanya berarti Anda harus mengalokasikan lebih banyak modal untuk memenuhi persyaratan margin yang lebih besar, penskalaan posisi pada level harga yang berbeda dan menggunakan level stop loss yang berbeda berarti risiko kerugian Anda pada perdagangan tersebar sehingga menurunkan kemungkinan margin call (jika dibandingkan dengan membuka satu posisi besar sekaligus).
5. Ketahui apa yang Anda lakukan sebagai trader.
Tidak jarang kita mendengar tentang trader pemula yang terkena margin call dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Pedagang ini adalah tipe pedagang yang hanya fokus pada berapa banyak uang yang dapat mereka hasilkan dan tidak tahu apa yang mereka lakukan dan tidak sepenuhnya memahami risiko perdagangan.
Jangan menjadi trader seperti itu.
Manajemen risiko harus menjadi prioritas utama Anda, bukan keuntungan.
Manajemen risiko adalah topik besar, itulah sebabnya kami membahasnya secara rinci di sini.
Kesimpulan
Jadi ada lima cara untuk membantu Anda menghindari margin call.
Perhatikan pasangan mata uang yang Anda perdagangkan dan persyaratan marginnya.
Ketahui kapan harus memotong kerugian Anda sehingga Anda dapat berdagang di hari lain.
Pahami volatilitas dan tetap waspada terhadap berita dan peristiwa yang dapat memicu lonjakan volatilitas harga yang dapat membuat akun Anda berisiko terkena margin call.
Ingat, sebagai trader, Anda harus selalu memprioritaskan manajemen risiko daripada profit.