This article has been translated from English to Indonesian.

Rata-rata Bergerak Berbobot (WMA) adalah jenis rata-rata bergerak yang memberikan bobot lebih besar pada data terbaru dan bobot lebih kecil pada data masa lalu.

Rata-rata bergerak adalah indikator teknis yang menunjukkan pergerakan harga rata-rata selama periode waktu tertentu.

Karena perhitungannya yang unik, WMA akan mengikuti pergerakan harga lebih dekat daripada Rata-Rata Bergerak Sederhana (SMA).

Rata-Rata Bergerak Berbobot (WMA) juga memberikan bobot lebih besar pada data terbaru dibandingkan dengan Rata-Rata Bergerak Eksponensial (EMA) dengan memberikan nilai yang di bobot secara linier untuk memastikan bahwa harga terbaru memiliki dampak lebih besar pada rata-rata dibandingkan dengan harga yang lebih lama.

WMA vs EMA vs SMA

Ini berarti bahwa harga tertua yang termasuk dalam perhitungan diberi bobot 1; harga berikutnya diberi bobot 2; dan harga berikutnya diberi bobot 3, dan seterusnya, hingga harga terbaru.

Misalnya, pada:

  • Hari 1, harga = 100
  • Hari 2 = 102
  • Hari 3 = 105
  • Hari 4 = 104
  • Dan hari ke-5 saat ini = 110

Pembilang adalah 1+2+3+4+5 = 15

Dan Rata-Rata Bergerak 5 Hari (WMA) adalah: 100*(1/15) + 102*(2/15) + 105(3/15) + 104*(4/15) + 110*(5/15) = 105,7

Beberapa trader menemukan metode ini lebih relevan untuk menentukan arah tren, terutama di pasar yang bergerak cepat.

Kekurangan menggunakan WMA adalah bahwa ia mungkin lebih "berfluktuasi" daripada Rata-Rata Bergerak Sederhana (SMA), yang dapat membuatnya lebih sulit untuk mengenali tren yang sebenarnya dari fluktuasi harga acak, yang dapat menghasilkan sinyal perdagangan palsu.

Oleh karena itu, beberapa trader menempatkan baik Simple Moving Average (SMA) maupun Weighted Moving Average (WMA) pada grafik harga yang sama.

WMA and SMA

Cara Menggunakan Weighted Moving Average (WMA)

Semua rata-rata bergerak, termasuk Weighted Moving Average (WMA), tidak dirancang untuk mengidentifikasi perdagangan di puncak atau dasar yang tepat.

Rata-rata bergerak cenderung mengonfirmasi bahwa perdagangan Anda sejalan dengan arah tren secara umum, tetapi dengan penundaan saat masuk dan keluar.

Berikut cara menggunakan WMA dalam trading Anda:

WMA dapat membantu menentukan arah tren.

  • Jika harga berada dalam tren naik dan diperdagangkan di atas WMA yang naik, lakukan posisi beli saat harga turun mendekati atau sedikit di bawah WMA.
  • Jika harga berada dalam tren turun dan diperdagangkan di bawah WMA yang menurun, lakukan posisi jual saat harga naik mendekati atau sedikit di atas WMA.

WMA Short Trade Example

WMA dapat menunjukkan area support dan resistance.

  • WMA yang naik cenderung mendukung pergerakan harga.
  • WMA yang menurun cenderung memberikan resistensi terhadap pergerakan harga.

Strategi ini memperkuat gagasan untuk membeli saat harga mendekati WMA yang naik atau menjual saat harga mendekati WMA yang turun.

WMA as Dynamic Support and Resistance Levels

Rata-Rata Bergerak Berbobot (WMA) vs. Rata-Rata Bergerak Sederhana (SMA)

Saat menggunakan WMA, aturan yang sama berlaku seperti saat menggunakan SMA.

Karena WMA memiliki penundaan yang lebih singkat daripada SMA, WMA umumnya lebih sensitif terhadap pergerakan harga.

Hal ini bisa baik dan buruk.

Hal ini baik karena WMA dapat mengidentifikasi tren lebih cepat daripada SMA.

Hal ini buruk karena WMA kemungkinan akan mengalami lebih banyak fluktuasi harga yang tidak stabil dibandingkan SMA.

Cara Menghitung Rata-Rata Bergerak Berbobot (WMA)

Rata-Rata Bergerak Berbobot (WMA) memberikan penekanan lebih besar pada harga-harga terbaru daripada harga-harga yang lebih lama.

Data setiap periode dikalikan dengan bobot, di mana bobot ditentukan oleh jumlah periode yang dipilih.

Faktor bobot yang digunakan untuk menghitung WMA ditentukan oleh periode yang dipilih untuk indikator tersebut.

Misalnya, WMA dengan 5 periode dihitung sebagai berikut:

WMA = (P1 * 5) + (P2 * 4) + (P3 * 3) + (P4 * 2) + (P5 * 1) / (5 + 4 + 3 + 2 + 1)

Dimana:

P1 = harga saat ini
P2 = harga satu bar sebelumnya, dan seterusnya…

Anda dapat menyesuaikan rata-rata bergerak tertimbang (WMA) lebih dari SMA dan EMA.

Titik harga terbaru biasanya diberi bobot lebih besar, tetapi juga bisa sebaliknya, di mana Anda memberi bobot lebih besar pada harga historis.