This article has been translated from English to Indonesian.
Short squeeze terjadi ketika ada permintaan berlebihan dan pasokan yang tidak mencukupi untuk suatu instrumen keuangan tertentu.
Yang terjadi adalah, akibat permintaan yang berlebihan, harga terus naik dengan cepat. Trader yang memegang posisi short mencoba menutup posisi mereka (yaitu menutup posisi), yang hanya dapat dilakukan dengan membeli. Dengan semakin banyak trader yang ingin membeli, kita biasanya melihat rally yang berkepanjangan saat harga terus naik. Dalam hal ini, semua "short" terpaksa menutup posisi mereka.
Di pasar forex, short squeeze biasanya terjadi setelah pergerakan tajam yang kuat dan kita melihat pembalikan arah.
Misalnya, EUR/USD mengalami tren turun jangka panjang. Pada titik tertentu, beberapa trader mungkin merasa bahwa EUR undervalued, menjadikannya investasi yang baik. Seiring semakin banyak pembeli masuk ke pasar, trader yang memegang posisi short EUR memutuskan bahwa lebih baik menutup posisi mereka atau berisiko mengalami kerugian. Hal ini menyebabkan semakin banyak trader membeli EUR, dan semua posisi short terpaksa keluar dari pasar.