This article has been translated from English to Indonesian.
Breakout terjadi ketika harga bergerak di atas level resistensi atau di bawah level support.
Pergerakan harga pada breakout dapat digambarkan sebagai pergerakan harga yang tiba-tiba dan berarah, yang biasanya diikuti oleh peningkatan volatilitas dan volume perdagangan yang tinggi.
Trader yang melakukan trading breakout berpegang pada motto,“Tidak ada harga yang terlalu tinggi untuk dibeli dan tidak ada harga yang terlalu rendah untuk dijual.”

Karena tidak semua trader mengenali atau menggunakan level support dan resistance yang sama, breakout dapat bersifat subjektif.
Breakout menandakan potensi harga untuk mulai bergerak tren ke arah breakout.
Ada dua jenis breakout:
- Breakout Naik
- Breakout ke Bawah (“Breakdown”)
Breakout ke atas menandakan bahwa harga akan mulai bergerak naik. Hal ini memberi sinyal kepada trader untuk mungkin membuka posisi long atau menutup posisi short.
Polanya breakout ke atas mewakili rentang perdagangan di mana harga bergerak sideways antara dua garis horizontal paralel.
Seringkali ini merupakan area istirahat atau konsolidasi dalam tren yang sudah ada, meskipun terkadang breakout mengakibatkan pembalikan ke tren sebelumnya.
Dalam kedua skenario, breakout ke atas melalui garis resistensi atas menandakan berakhirnya periode konsolidasi dan dimulainya tren naik.
Setelah level resistensi terpecahkan, perannya berbalik dan menjadi level support jika harga mengalami koreksi atau pullback.
Penembusan ke bawah, yang juga disebut breakdown, menandakan harga akan mulai bergerak turun. Hal ini memberi sinyal kepada trader untuk mungkin membuka posisi short atau keluar dari posisi long.
Setelah level support ditembus, level tersebut akan berbalik peran dan menjadi level resistance jika harga mengalami koreksi atau pullback.
Breakout yang terjadi pada volume tinggi (relatif terhadap volume normal) menunjukkan keyakinan yang lebih besar, artinya harga lebih mungkin untuk tren ke arah tersebut.
Breakout yang terjadi pada volume rendah (dibandingkan dengan volume normal) menunjukkan keyakinan yang lemah dan lebih rentan gagal. Harga kurang mungkin bergerak ke arah breakout.
Cara Bertransaksi Breakout
Breakout terjadi karena harga telah tertahan di bawah level resistensi atau di atas level support, mungkin selama beberapa waktu.
Level resistensi atau support menjadi garis batas yang banyak digunakan trader untuk menetapkan titik masuk atau menempatkan stop loss.
Ketika harga menembus level support atau resistance, dua hal biasanya terjadi:
- Trader yang menunggu breakout masuk ke pasar.
- Trader yang telah menempatkan stop loss di area ini akan terpicu keluar.
Peningkatan aktivitas beli dan jual ini seringkali menyebabkan volume meningkat, yang menunjukkan bahwa banyak trader tertarik pada level breakout tersebut.
Penembusan sering dikaitkan dengan pola grafik, termasuk persegi panjang, segitiga, segitiga siku-siku, dan bendera.
Pola-pola ini terbentuk ketika harga bergerak dengan cara tertentu sehingga level support dan/atau resistance terbentuk.
Level-level ini dipantau secara ketat oleh para trader.
Jika harga menembus di atas resistensi, trader membuka posisi long. Jika harga menembus di bawah support, trader membuka posisi short.
Setelah breakout, harga mungkin, tetapi tidak selalu, kembali ke titik breakout sebelum bergerak kembali ke arah breakout.
Setelah breakout naik, harga mungkin menguji ulang level resistensi sebelumnya, yang kini telah berubah menjadi level support.
Setelah breakdown (breakout ke bawah), harga mungkin menguji ulang level support sebelumnya, yang kini berubah menjadi level resistance.
Hal ini terjadi karena beberapa trader jangka pendek sering membeli pada breakout awal, lalu segera mengambil keuntungan.
Untuk keluar dari posisi long mereka, mereka harus menjual. Penjualan ini secara sementara mendorong harga kembali ke titik breakout.
Jika breakout tersebut asli, maka harga seharusnya bergerak kembali ke arah breakout. Jika tidak, itu adalah "fakeout"atau "failed breakout".

Fakeout memang sering terjadi.
Harga sering kali bergerak sedikit melampaui resistensi atau support. Hal ini menipu trader breakout yang mudah tertipu untuk masuk.
Harga kemudian berbalik arah dan gagal melanjutkan pergerakan ke arah breakout.
Hal ini dapat terjadi berulang kali sebelum breakout yang sebenarnya terjadi.
Trading breakout tidak mudah.
Trading pola grafik seperti segitiga, bendera, dan panji memberikan peluang breakout yang lebih tinggi daripada rentang (atau persegi panjang).
Karena rentang lebih mudah diidentifikasi, hal ini berarti rentang menarik trader yang memiliki pendekatan berlawanan:
- Trader breakout
- Trader rentang
Dalam skenario ini, perbedaan tidak menarik. Mereka menciptakan false breakout.
