This article has been translated from English to Indonesian.

Gamma exposure (GEX) mengukur seberapa banyak aktivitas lindung nilai yang harus dilakukan oleh pembuat pasar (misalnya, lembaga yang menjual opsi) saat harga saham atau indeks bergerak.

GEX berasal dari gamma, yang menunjukkan seberapa sensitif delta opsi (sensitivitas harga opsi terhadap aset dasar) terhadap perubahan harga.

Anggap saja sebagai "akselerasi" risiko opsi saat pasar bergerak.

Apa itu gamma exposure (GEX)?

Gamma

Gamma adalah turunan kedua dari harga opsi, yang mewakili laju perubahan delta (turunan pertama, yang mengukur eksposur arah) per 1% pergerakan harga aset dasar.

Misalnya, gamma 0,1 berarti delta meningkat 0,1 untuk setiap kenaikan $1 pada aset dasar.

GEX

Gamma exposure (GEX) menggabungkan gamma di semua opsi untuk suatu aset, yang mencerminkan total penyesuaian delta yang diperlukan oleh pembuat pasar untuk pergerakan harga sebesar 1%.

Ini dihitung sebagai:

GEX = ΔDelta / ΔHarga (1%)​

Misalnya, jika kenaikan harga 1% meningkatkan delta sebesar +7.000 dan penurunan 1% menurunkannya sebesar -5.000, GEX akan menjadi 2.000.

Mengapa Paparan Gamma Penting

Pembuat pasar (yang menjual opsi) secara terus-menerus melakukan hedging untuk tetap netral. Aktivitas hedging mereka secara langsung mempengaruhi pergerakan harga:

Paparan Gamma Positif (Long Gamma):

  • Dealer menjual saham saat harga naik dan membeli saat harga turun.
  • Menstabilkan pasar (misalnya, meredam volatilitas).
  • Sering terjadi ketika banyak trader membeli opsi put/call untuk perlindungan/spekulasi.

Paparan Gamma Negatif (Short Gamma):

  • Pedagang membeli saham saat harga naik dan menjual saat harga turun.
  • Memperkuat momentum (misalnya, "gamma squeeze" seperti GameStop pada 2021).
  • Terjadi saat pembuat pasar memiliki posisi short pada opsi (misalnya, selama demam saham meme).

Gamma Squeezes: Contoh Nyata

Gamma squeeze terjadi ketika pergerakan harga yang cepat memaksa dealer untuk membeli/menjual saham untuk melindungi eksposur opsi mereka, sehingga menciptakan lingkaran umpan balik:

  1. Saham XYZ melonjak menuju harga strike utama (misalnya, call $200).
  2. Dealer yang menjual opsi tersebut harus membeli XYZ untuk melindungi delta yang meningkat.
  3. Pembelian ini mendorong harga naik, memicu lebih banyak hedging, dan seterusnya.

Inilah mengapa saham seperti Tesla atau AMC dapat mengalami pergerakan harga yang sangat tajam di sekitar level aktivitas opsi yang tinggi.

Bagaimana Trader Memanfaatkan Eksposur Gamma

  • Menemukan Level Harga Utama: Open interest yang tinggi pada strike tertentu (misalnya, opsi beli $SPY 450) bertindak sebagai "magnet". Harga sering kali bergerak menuju level ini saat dealer melakukan lindung nilai.
  • Menentukan Waktu Volatilitas: Sinyal GEX negatif menandakan risiko pergerakan tajam (misalnya, crash atau squeeze). Sinyal GEX positif menunjukkan perdagangan dalam rentang tertentu.
  • Menghindari Jebakan: Pedagang ritel mungkin mengabaikan pergerakan ekstrem di dekat klaster gamma yang besar (misalnya, melakukan shorting saat terjadi reli jika dealer terpaksa menjual saat harga menguat).

Alat dan Batasan

  • Alat Pemantauan: Platform seperti SpotGamma menyediakan dashboard GEX real-time, menampilkan eksposur bersih berdasarkan strike/kadaluwarsa.
  • Tantangan:
    • Sifat Dinamis: GEX berubah dengan cepat seiring pergerakan harga, memerlukan pemantauan terus-menerus.
    • Kekurangan Data: Pedagang ritel tidak memiliki data posisi dealer yang lengkap, sehingga bergantung pada perkiraan.
    • Sederhananya: GEX menggabungkan semua strike/expiration, berpotensi menyembunyikan detail halus.

TL;DR

Paparan gamma menunjukkan bagaimana hedging pembuat pasar memengaruhi pergerakan harga jangka pendek.

  • GEX positif = Stabilitas.
  • GEX negatif = Risiko volatilitas. Gunakan untuk mengidentifikasi zona eksplosif (seperti strike dengan banyak opsi) dan hindari terjebak dalam tekanan yang dipicu oleh dealer.