This article has been translated from English to Indonesian.

Delta, dalam keuangan, mewakili tingkat perubahan harga opsi relatif terhadap perubahan harga aset dasar, dengan asumsi semua faktor lain tetap konstan.

Lebih khusus lagi, delta mewakili perkiraan jumlah pergerakan harga opsi untuk setiap perubahan sebesar $1 pada harga aset yang mendasarinya.

Definisi

Delta (Δ) adalah ukuran sensitivitas harga opsi terhadap perubahan harga aset dasar.

Delta dihitung sebagai rasio perubahan harga opsi terhadap perubahan harga aset dasar.

Memahami Delta

Nilai delta berkisar dari -1 hingga +1, atau dinyatakan dalam persentase, -100% hingga +100%.

Delta 0,50 menunjukkan bahwa harga opsi secara teoritis akan bergerak $0,50 untuk setiap perubahan $1 pada aset dasar.

  • Opsi Beli: Nilai delta positif. Saat harga aset dasar naik, harga opsi beli juga naik.
  • Opsi Put: Nilai delta negatif. Saat harga aset dasar naik, harga opsi put turun.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Delta

Delta bukanlah nilai konstan; delta berubah seiring dengan perubahan faktor-faktor berikut:

  • Harga Aset Dasar: Saat harga aset dasar naik, delta opsi call naik, sedangkan delta opsi put turun.
  • Waktu Kedaluwarsa: Saat opsi mendekati kedaluwarsa, delta opsi in-the-money mendekati 1, sedangkan delta opsi out-of-the-money mendekati 0.
  • Volatilitas: Volatilitas yang lebih tinggi meningkatkan delta opsi out-of-the-money.
  • Suku Bunga: Perubahan suku bunga dapat berdampak kecil terhadap delta, terutama untuk opsi jangka panjang.

Probabilitas Kadaluwarsa dalam Uang

Delta juga memperkirakan probabilitas opsi kedaluwarsa dalam uang, menjadikannya alat yang sangat penting untuk menilai kemungkinan profitabilitas opsi pada saat kedaluwarsa.

Sifat Dinamis Delta

Delta tidak statis dan berubah seiring dengan perkembangan kondisi pasar, sebuah konsep yang dikenal sebagai gamma (Γ).

Saat opsi bergerak lebih dalam ke dalam uang, delta mendekati 1 untuk call atau -1 untuk put, yang menunjukkan hubungan satu-ke-satu dengan pergerakan harga aset dasar.

Sebaliknya, opsi out-of-the-money memiliki delta yang lebih dekat ke 0, mencerminkan sensitivitasnya yang berkurang terhadap perubahan harga aset dasar.

Penggunaan Delta dalam Perdagangan

Trader menggunakan delta untuk berbagai tujuan, termasuk:

  • Sensitivitas Harga: Delta membantu trader memahami seberapa responsif suatu opsi terhadap perubahan harga aset dasar.
  • Probabilitas Kadaluwarsa dalam Uang: Delta memperkirakan probabilitas opsi kadaluwarsa dengan nilai intrinsik.
  • Portofolio Delta-Netral: Membangun portofolio dengan delta nol untuk meminimalkan eksposur terhadap pergerakan pasar.
  • Strategi Hedging: Menggunakan delta untuk mengimbangi potensi kerugian atau keuntungan dalam portofolio.
  • Penilaian Risiko Arah: Memahami risiko dan potensi keuntungan dari posisi opsi.

Batasan Delta

  • Delta adalah perkiraan teoritis dan tidak menjamin pergerakan harga yang sebenarnya.
  • Delta mengasumsikan hubungan linier antara harga opsi dan harga aset dasar, yang mungkin tidak selalu berlaku dalam kondisi pasar nyata.

Contoh Delta

Pertimbangkan opsi beli dengan delta 0,60.

Ini berarti:

  • Untuk setiap kenaikan $1 dalam harga aset dasar, harga opsi call diperkirakan akan naik sekitar $0,60.
  • Opsi ini memiliki probabilitas sekitar 60% untuk berakhir dalam posisi in-the-money.

Greeks lainnya

  • Gamma: Mengukur laju perubahan delta.
  • Theta: Mengukur penurunan nilai opsi seiring berjalannya waktu.
  • Vega: Mengukur sensitivitas harga opsi terhadap perubahan volatilitas.
  • Rho: Mengukur sensitivitas harga opsi terhadap perubahan suku bunga.