This article has been translated from English to Indonesian.
"TINA"yang berarti "Tidak ada alternatif lain"adalah ungkapan populer yang digunakan di media keuangan.
TINA adalah frasa yang berasal dari filsuf Victoria Herbert Spencer.
Namun, frasa ini selamanya dikaitkan dengan Margaret Thatcher, mantan perdana menteri Inggris, pada tahun 1980-an.
Frasa ini digunakan untuk menggambarkan klaim Thatcher bahwa ekonomi pasar adalah satu-satunya sistem yang berfungsi, dan bahwa perdebatan tentang hal ini telah berakhir.
Saat ini, frasa ini sering digunakan oleh media keuangan untuk menjelaskan alokasi portofolio yang kurang ideal, biasanya obligasi dan/atau saham yang dinilai terlalu tinggi, karena kelas aset lain menawarkan imbal hasil yang lebih buruk.
Contoh terbaru adalah ketika pasar ekuitas AS mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada awal 2020. Kenaikan tersebut dijuluki sebagai "pasar TINA".
Artinya, karena bank sentral di seluruh dunia mempertahankan suku bunga sangat rendah, investor tidak punya pilihan selain membeli saham AS (karena obligasi tidak menarik).