This article has been translated from English to Indonesian.

Backwardation terjadi di pasar komoditas berjangka ketika harga spot suatu komoditas lebih tinggi daripada harga berjangka.

Ini berarti harga untuk pengiriman segera lebih tinggi daripada harga untuk tanggal pengiriman di masa depan.

Biasanya, harga berjangka melebihi harga spot karena biaya seperti penyimpanan, asuransi, dan pembiayaan, sehingga menciptakan situasi yang dikenal sebagai "contango".

Backwardation tidak lazim dan biasanya mengindikasikan kekurangan pasokan atau permintaan yang tinggi di pasar saat ini, sehingga mendorong harga spot di atas harga berjangka.

Berikut adalah beberapa aspek penting dari backwardation:

  • Insentif untuk Menjual Sekarang: Hal ini mendorong pemegang komoditas untuk menjual pada harga spot yang lebih tinggi daripada menunggu untuk menjual pada harga futures yang lebih rendah.
  • Pasokan yang dipercepat: Produsen mungkin mempercepat pengiriman produk mereka ke pasar untuk memanfaatkan harga spot yang lebih tinggi.
  • Dampak pada Peserta Pasar: Meskipun produsen diuntungkan oleh harga spot yang tinggi, konsumen mengalami kenaikan biaya saat ini.
  • Sinyal Pasar: Backwardation yang berkepanjangan dapat mengindikasikan potensi gelembung harga komoditas atau kekurangan pasokan yang signifikan di pasar.

Singkatnya, backwardation mencerminkan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan saat ini, yang menyebabkan harga langsung lebih tinggi dan menandakan adanya urgensi di pasar.