This article has been translated from English to Indonesian.
Bitcoin, pelopor dalam dunia mata uang kripto, telah menarik perhatian besar dari para investor, pedagang, dan penggemar keuangan.
Karena aset digital ini terus berkembang, begitu pula instrumen keuangan yang terkait dengannya. Salah satu instrumen yang menjadi terkenal adalah Reksa Dana yang Diperdagangkan di Bursa (ETF) berjangka bitcoin.
Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari apa itu ETF bitcoin berjangka, bagaimana cara kerjanya, manfaatnya, dan potensi risiko yang terlibat.
🤔 Apa itu ETF bitcoin berjangka?
Bitcoin telah berkembang pesat sejak awal kemunculannya, berkembang menjadi peluang investasi yang sah. Tonggak penting dalam perjalanan ini adalah munculnya ETF berjangka bitcoin (Exchange-Traded Funds).
ETF bitcoin futures adalah dana yang diperdagangkan di bursa yang melacak harga kontrak futures bitcoin, bukan harga spot bitcoin itu sendiri.
Kontrak berjangka Bitcoin adalah kontrak yang berspekulasi mengenai harga Bitcoin di masa mendatang. Kontrak ini diperdagangkan di bursa yang teregulasi seperti Chicago Mercantile Exchange (CME).
💡 Apa yang dimaksud dengan ETF?
ETF adalah jenis dana investasi yang diperdagangkan di bursa saham, mirip dengan saham.
ETF dirancang untuk melacak kinerja indeks, sektor, atau kelas aset tertentu, seperti saham, obligasi, atau komoditas.
Ketika Anda membeli saham di ETF, itu mewakili sebagian dari aset yang dimiliki oleh reksa dana.
Dalam kasus ETF Bitcoin Futures, asetnya adalah kontrak berjangka bitcoin.
⚙️ Bagaimana cara kerja ETF bitcoin berjangka?
ETF berjangka bitcoin beroperasi dengan berinvestasi pada kontrak berjangka bitcoin, bukan membeli bitcoin secara langsung.
Kontrak berjangka ini adalah perjanjian untuk membeli atau menjual bitcoin dengan harga yang telah ditentukan pada tanggal tertentu di masa mendatang.
Kinerja ETF terkait dengan pergerakan harga kontrak berjangka ini.
Ketika Anda membeli ETF bitcoin berjangka, pada dasarnya Anda berspekulasi tentang apakah pasar bitcoin akan naik atau turun.
Contohnya, pertimbangkan ETF berjangka bitcoin yang memiliki kontrak untuk membeli 5 bitcoin dengan harga yang telah ditentukan, yaitu $65.000 dalam enam bulan.
- Jika harga bitcoin saat ini turun menjadi $55.000, nilai ETF akan turun.
- Jika harga saat ini naik menjadi $75.000, nilai ETF akan meningkat.
- Nilai saham Anda berubah berdasarkan seberapa besar keuntungan yang mungkin dihasilkan ETF."
Manajer ETF biasanya memperpanjang kontrak berjangka sebelum masa berlakunya habis. Artinya, ketika satu kontrak mendekati tanggal kedaluwarsa, manajer menjualnya dan membeli kontrak lain dengan tanggal kedaluwarsa yang lebih lama.
Proses ini membantu ETF mempertahankan eksposur terhadap pergerakan harga bitcoin tanpa benar-benar memegang mata uang kripto tersebut.
👍 Apa saja manfaat ETF bitcoin berjangka?
- Aksesibilitas: ETF berjangka bitcoin memudahkan investor mendapatkan eksposur ke bitcoin tanpa perlu membuat dompet digital atau menjelajahi bursa mata uang kripto. ETF ini dapat dibeli dan dijual melalui akun pialang tradisional.
- Kenyamanan: Anda bisa memperdagangkan ETF seperti saham atau ETF lainnya.
- Regulasi: Karena ETF bitcoin Futures diperdagangkan di bursa yang teregulasi, ETF ini menawarkan tingkat pengawasan dan keamanan yang sering kali kurang di pasar mata uang kripto yang lebih luas. Hal ini dapat memberikan ketenangan bagi investor yang lebih konservatif.
- Diversifikasi: Memasukkan ETF bitcoin berjangka ke dalam portofolio investasi yang terdiversifikasi dapat memberikan eksposur ke pasar mata uang kripto tanpa perlu investasi langsung ke bitcoin, sehingga berpotensi mengurangi risiko.
- Likuiditas: ETF umumnya sangat likuid, artinya Anda dapat dengan mudah membeli dan menjual saham di pasar terbuka. Likuiditas ini juga berlaku untuk ETF berjangka bitcoin, sehingga memberikan cara yang nyaman untuk trading.
⚠️ Apa saja risiko ETF bitcoin berjangka?
- Volatilitas: Bitcoin dikenal dengan volatilitas harganya yang ekstrem, dan karakteristik ini juga berlaku untuk bitcoin berjangka. Anda harus siap menghadapi perubahan harga yang signifikan.
- Contango dan Backwardation: Proses perpanjangan kontrak berjangka dapat menyebabkan contango atau backwardation. Contango terjadi ketika harga futures lebih tinggi daripada harga spot, yang menyebabkan potensi kerugian dari waktu ke waktu. Backwardation adalah kebalikannya, di mana harga futures lebih rendah daripada harga spot, yang terkadang menguntungkan Anda.
- Kesalahan Pelacakan: ETF berjangka Bitcoin mungkin tidak dapat melacak harga spot bitcoin dengan sempurna karena kerumitan dalam mengelola kontrak berjangka. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan antara kinerja ETF dan pergerakan harga bitcoin yang sebenarnya.
- Biaya: ETF biasanya membebankan biaya manajemen, tidak terkecuali ETF bitcoin berjangka. Biaya ini dapat mengurangi potensi keuntungan dan harus dipertimbangkan saat mengevaluasi investasi.
🔑 Tidak ada kepemilikan langsung atas Bitcoin: Sebuah keuntungan?
Meskipun tampak berlawanan dengan intuisi, tidak memiliki bitcoin secara langsung dapat menjadi keuntungan bagi sebagian investor. Berikut adalah beberapa alasannya:
- Risiko keamanan: Memiliki bitcoin secara langsung mengharuskan Anda untuk menyimpannya di dompet digital, yang rentan terhadap peretasan, pencurian, atau kehilangan karena masalah teknis.
- Penitipan dan penyimpanan: Anda harus menyimpan bitcoin dengan aman, yang bisa menjadi tantangan, terutama bagi investor institusi.
- Kepatuhan terhadap peraturan: Kepemilikan bitcoin secara langsung mungkin memerlukan kepatuhan terhadap regulasi tambahan, sepertiprosedur Anti Pencucian Uang (AML)dan Kenali-Pelanggan-Anda(KYC).
- Kompleksitas: Membeli, menyimpan, dan mengelola bitcoin secara langsung dapat menjadi rumit dan memakan waktu, terutama bagi mereka yang baru mengenal mata uang kripto.
- Risiko pihak lawan: Kepemilikan langsung berarti Anda terpapar risiko mitra pengimbang, seperti risiko gagal bayar oleh bursa atau kustodian.
Dengan berinvestasi di ETF bitcoin berjangka, investor dapat memperoleh eksposur ke pergerakan harga Bitcoin tanpa memiliki aset acuan secara langsung. Ini dapat memberikan cara yang lebih nyaman, aman, dan teregulasi untuk berinvestasi bitcoin.
Namun, penting untuk diperhatikan bahwa manfaat ini mungkin tidak berlaku untuk semua investor, terutama bagi mereka yang:
- Merasa nyaman dengan risiko dan kompleksitas kepemilikan bitcoin secara langsung
- Ingin memiliki Bitcoin untuk jangka panjang.
- Menghargai sifat bitcoin yang terdesentralisasi dan ingin mengendalikan aset mereka sendiri
Pada akhirnya, apakah tidak ada kepemilikan langsung merupakan sebuah keuntungan atau tidak, tergantung pada preferensi dan tujuan masing-masing investor.
🏢 Apa saja contoh EFT bitcoin berjangka?
Beberapa ETF bitcoin berjangka telah diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir, memberikan investor berbagai opsi untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga bitcoin melalui instrumen keuangan yang diatur.
Berikut adalah beberapa contoh penting:
| Ticker | Nama ETF | Deskripsi |
|---|---|---|
| BITO | ETF Strategi Bitcoin ProShares | Diluncurkan pada Oktober 2021, BITO adalah ETF bitcoin berjangka pertama yang disetujui oleh SEC AS. ETF ini berinvestasi terutama pada kontrak berjangka bitcoin yang diperdagangkan di CME. |
| BTF | ETF Strategi Bitcoin Valkyrie | Valkyrie Bitcoin Strategy ETF berinvestasi pada kontrak berjangka bitcoin untuk melacak kinerja bitcoin. |
| BITS | Global X Blockchain & ETF Strategi Bitcoin | Menggabungkan investasi dalam kontrak berjangka bitcoin dengan eksposur ke perusahaan blockchain, menawarkan eksposur yang terdiversifikasi ke kedua sektor. |
| BITC | ETF Strategi Bitcoin Bitwise | Bitwise Bitcoin Strategy ETF mencari apresiasi modal jangka panjang melalui eksposur terkelola ke kontrak berjangka bitcoin. |
📋 Intisari tentang ETF bitcoin berjangka
ETF berjangka bitcoin merupakan langkah penting dalam evolusi produk investasi mata uang kripto.
ETF menawarkan cara yang teregulasi, mudah diakses, dan berpotensi lebih kecil risikonya bagi investor kripto untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga bitcoin. Namun, produk ini memiliki risiko dan kompleksitas tersendiri yang harus dipahami oleh para investor.
Seperti halnya investasi apa pun, penting untuk melakukan riset sendiri ("DYOR") dan mempertimbangkan toleransi risiko serta tujuan investasi Anda sendiri sebelum terjun ke ETF bitcoin berjangka.