This article has been translated from English to Indonesian.
Pasar sedang ramai membicarakan kemungkinan perombakan di bank sentral paling berkuasa di dunia. Federal Reserve, lembaga yang mengendalikan suku bunga dan pada dasarnya mengarahkan kebijakan moneter untuk seluruh ekonomi AS, kemungkinan akan segera memiliki pemimpin baru dengan pandangan yang sangat berbeda tentang cara kerja sistem tersebut.
Mengapa hal ini penting bagi para trader seperti Anda dan saya? Karena Ketua Federal Reserve (Fed) adalah sosok paling berpengaruh dalam keuangan global. Keputusan mereka mengenai suku bunga berdampak luas ke semua pasar: saham, obligasi, mata uang, dan komoditas.
Saat ini, pencarian Presiden Trump untuk pengganti menandakan pergeseran besar dalam cara Amerika Serikat mungkin mendekati kebijakan moneter.
Mari kita bahas siapa yang mungkin menjadi pilihan utama untuk posisi ini, apa yang mereka yakini, dan apa artinya semua ini bagi pasar.
Dasar-dasar: Apa yang Terjadi Saat Ini
Hari-hari Jerome Powell sebagai Ketua Fed terhitung mundur. Masa jabatan Ketua Fed saat ini berakhir pada 15 Mei 2026, yang hanya enam bulan lagi. Meskipun Powell secara teknis dapat tetap menjabat sebagai anggota dewan Fed hingga 2028, waktunya memimpin bank sentral terpenting di dunia akan segera berakhir.
Trump ingin dia keluar secepatnya. Sepanjang 2025, Presiden Trump secara konsisten mengkritik Powell karena tidak menurunkan suku bunga dengan cukup cepat. Trump menyebutnya “terlalu lambat,” “pecundang besar,” dan bahkan menyarankan dia “suka” memecatnya (meskipun ahli hukum mengatakan itu tidak diizinkan). Ketegangan telah meningkat selama berbulan-bulan, dengan Trump melakukan kunjungan tak terduga ke markas The Fed pada Juli hanya untuk mengkritik renovasi gedung.
Kevin Hassett muncul sebagai kandidat terdepan. Bloomberg dan media besar lainnya melaporkan bahwa Kevin Hassett, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional Trump, dianggap sebagai kandidat utama untuk menggantikan Powell.
Menteri Keuangan Scott Bessent telah mempersempit pencarian menjadi lima finalis, dan Trump diperkirakan akan mengumumkan pilihannya sebelum Natal. Daftar pendek tersebut meliputi:
- Kevin Hassett (Direktur NEC saat ini)
- Kevin Warsh (mantan Gubernur Fed, bertugas selama krisis 2008)
- Christopher Waller (Gubernur Fed saat ini, ditunjuk oleh Trump)
- Michelle Bowman (Gubernur Fed saat ini dan Wakil Ketua Bidang Pengawasan)
- Rick Rieder (Kepala Divisi Obligasi Tetap BlackRock)
Pilihan ini sangat penting karena siapa pun yang terpilih untuk posisi ini akan membentuk kebijakan suku bunga, mempengaruhi kekuatan dolar AS, dan berpotensi menentukan apakah ekonomi AS dapat menghindari resesi.
Siapa Kevin Hassett?
Kevin Hassett adalah ekonom berusia 63 tahun yang memiliki hubungan erat dengan pemerintahan Republik dan lembaga pemikir konservatif.
Kualifikasi akademik: Gelar PhD dalam ekonomi dari Universitas Pennsylvania, mengajar di Columbia Business School pada awal 1990-an, dan bekerja sebagai ekonom di Dewan Federal Reserve dari 1992 hingga 1997.
Latar belakang lembaga think tank konservatif: Sebagian besar karirnya dihabiskan di American Enterprise Institute, sebuah organisasi kebijakan konservatif terkemuka, di mana ia memimpin studi kebijakan ekonomi.
Pengalaman pemerintahan:
- Menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Trump (2017-2019)
- Kembali ke Gedung Putih pada 2020 sebagai penasihat senior selama pandemi COVID-19
- Saat ini menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional (sejak awal 2025)
Buku yang kontroversial: Pada 1999, Hassett menulis bersama James Glassman buku “Dow 36,000”, yang memprediksi pasar saham akan naik empat kali lipat menjadi 36.000 pada 2002-2004. Prediksi itu baru terwujud pada 2021, membuat buku tersebut mendapat julukan “mungkin buku investasi paling salah dalam sejarah” dari The Washington Post. Namun, pesan inti buku tersebut bahwa investasi saham jangka panjang lebih unggul daripada obligasi tetap relevan.
Filosofi ekonominya: Hassett mendukung pajak yang lebih rendah, deregulasi, dan ekonomi sisi penawaran. Yang paling penting bagi pasar, ia dianggap memiliki "cenderung dovish," artinya ia lebih memilih suku bunga rendah dan memprioritaskan pertumbuhan ekonomi daripada pengendalian inflasi yang ketat.
Mengapa Ini Penting: Apa Artinya Hassett bagi Pasar
Penunjukan potensial Kevin Hassett menandakan tiga perubahan besar dalam cara The Fed beroperasi:
1. Suku Bunga Lebih Rendah, Lebih Cepat
Hassett telah secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa The Fed harus memotong suku bunga secara lebih agresif. Dalam wawancara November 2025, ia menyatakan akan menerapkan pemotongan suku bunga jika ia menjadi Ketua The Fed, menyarankan bahwa The Fed di bawah Powell "sedikit terlambat dalam mengambil tindakan."
Saat ini, suku bunga acuan The Fed berada di kisaran 3,75% hingga 4% setelah dua kali pemotongan sebesar 0,25% pada September dan Oktober 2025. Penunjukan Hassett kemungkinan akan mempercepat laju pemotongan suku bunga, dengan potensi suku bunga mendekati 2,5% hingga 3% pada akhir 2026.
Apa artinya ini bagi Anda:
- Saham kemungkinan akan naik karena ekspektasi biaya pinjaman yang lebih murah
- Dolar AS berpotensi melemah karena suku bunga yang lebih rendah membuat aset yang denominasi dolar kurang menarik
- Emas mungkin melonjak sebagai lindung nilai terhadap pelemahan dolar
- Obligasi berimbal hasil tinggi dan aset berisiko akan diuntungkan dari "kebijakan moneter yang lebih longgar"
2. Potensi Hilangnya Kemandirian The Fed
Federal Reserve dirancang untuk beroperasi secara independen dari tekanan politik. Kemandirian ini dianggap suci oleh ekonom dan pelaku pasar karena memungkinkan Fed untuk mengambil keputusan yang tidak populer (seperti menaikkan suku bunga) ketika diperlukan untuk mengendalikan inflasi.
Hubungan dekat Hassett dengan Trump menimbulkan pertanyaan serius. Trump tidak pernah menyembunyikan keinginannya untuk memiliki kontrol lebih besar atas kebijakan Fed, dan Hassett dianggap sebagai orang yang akan sejalan dengan preferensi presiden untuk suku bunga rendah, bahkan jika inflasi tetap di atas target.
Risiko: Jika pasar menganggap Fed tunduk pada kepentingan politik daripada data ekonomi, hal itu dapat:
- Meningkatkan ekspektasi inflasi
- Menaikkan suku bunga jangka panjang (imbal hasil obligasi) karena investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk mengkompensasi risiko
- Melemahkan status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia
- Menyebabkan volatilitas di semua kelas aset
3. Perubahan Kebijakan dalam Penargetan Inflasi
Di bawah kepemimpinan Powell, The Fed tetap berpendapat bahwa mereka tidak akan menurunkan suku bunga hingga inflasi secara konsisten mendekati target 2%. Per September 2025, inflasi berada pada level tinggi 3%.
Penunjukan Hassett dapat menandakan pergeseran dari target inflasi yang ketat. Beberapa analis percaya ia mungkin mendukung penghapusan atau modifikasi kerangka kerja "target inflasi rata-rata" The Fed, yang berarti toleransi terhadap inflasi yang lebih tinggi sebagai imbalan atas pertumbuhan lapangan kerja yang lebih kuat dan ekspansi ekonomi.
Terjemahan untuk trader: The Fed yang dipimpin Hassett mungkin bersedia menerima inflasi 2,5% hingga 3% jika hal itu berarti menjaga tingkat pengangguran rendah dan pertumbuhan ekonomi kuat. Hal ini akan bullish untuk aset berisiko (saham, kripto, komoditas) tetapi bearish untuk obligasi dan dolar AS.
Kalender: Tanggal Penting yang Perlu Diperhatikan
Berikut adalah jadwal untuk perubahan kepemimpinan Fed yang potensial:
📅 10 Desember 2025: Keputusan Suku Bunga Fed Berikutnya
Fed di bawah kepemimpinan Powell kemungkinan akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% menjadi kisaran 3,5% hingga 3,75%. Pasar memperkirakan peluang 75% untuk pemangkasan ini setelah komentar dovish terbaru dari pejabat Fed.
Sebelum 25 Desember 2025: Pengumuman Trump (Diharapkan)
Menteri Keuangan Bessent mengatakan ada "kemungkinan sangat besar" Trump mengumumkan pilihan Ketua Fed-nya sebelum Natal. Hal ini bisa terjadi secepatnya pada pertengahan Desember.
Konfirmasi Senat (Jadwal Belum Ditentukan)
Setelah Trump menominasikan Ketua Fed berikutnya, Senat harus melanjutkan proses konfirmasi. Proses ini biasanya memakan waktu 2-4 bulan, artinya kemungkinan besar akan selesai sebelum Mei 2026.
📅 15 Mei 2026: Masa Jabatan Powell Berakhir
Ini adalah akhir resmi masa jabatan Powell sebagai Ketua. Ketua baru akan mengambil alih, tetapi Powell dapat tetap menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed hingga Januari 2028 jika ia memilih untuk melakukannya.
Inti dari Hal Ini
Penunjukan potensial Kevin Hassett sebagai Ketua Fed mewakili pergeseran besar dalam kebijakan moneter AS menuju kebijakan moneter yang lebih longgar, suku bunga yang lebih rendah, dan potensi ketergantungan yang lebih besar pada pengaruh politik.
Apa yang diharapkan jika Hassett mendapatkan jabatan tersebut:
- Pemotongan suku bunga yang lebih agresif sepanjang 2026
- The Fed yang lebih bersedia menoleransi inflasi yang lebih tinggi
- Potensi pelemahan dolar AS seiring penurunan suku bunga yang lebih cepat dibandingkan negara lain
- Volatilitas yang meningkat seiring pasar menyesuaikan diri dengan regime kebijakan baru
- Pertanyaan tentang independensi The Fed yang dapat secara berkala mengguncang pasar
Orang yang memimpin The Fed sangat berpengaruh, karena suku bunga memengaruhi segala hal, mulai dari hipotek Anda hingga penilaian saham hingga kurs valuta asing. Seorang Ketua The Fed yang dovish dan sejalan secara politik seperti Hassett akan menandai pergeseran besar dari pendekatan berbasis data dan berfokus pada inflasi yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan ini kemungkinan akan menciptakan peluang dan risiko. Tetap terinformasi, pahami implikasinya, dan ingat bahwa pasar cenderung menjadi kacau dalam ketidakpastian.
Peringatan: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai saran keuangan atau investasi. Perdagangan melibatkan risiko kerugian yang signifikan dan tidak cocok untuk setiap investor. Pandangan yang diungkapkan didasarkan pada informasi pasar terkini per November 2025 dan dapat berubah seiring tersedianya informasi baru. Selalu lakukan riset sendiri dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan investasi.
