This article has been translated from English to Indonesian.

Backtesting adalah proses menggunakan aturan yang membentuk strategi trading atau algoritma dan menjalankannya terhadap data trading historis (yang bisa mencapai 10 tahun data) untuk suatu aset tertentu.

Anda berharap hasil backtesting dapat memberikan sinyal perdagangan atau konfirmasi atau pembatalan keuntungan dari strategi perdagangan.

Tujuannya adalah untuk menentukan bagaimana strategi trading Anda bereaksi dalam siklus pasar yang berbeda dan apakah Anda dapat memperoleh wawasan untuk mengembangkan strategi trading yang menguntungkan.

Backtesting dapat dilakukan melalui perangkat lunak komputer yang diinstal di komputer Anda atau melalui penggunaan perangkat lunak perdagangan online, seperti Cryptohooper, serta platform perdagangan pihak ketiga.

Data candlestick dan data Order Book sering digunakan untuk mengimplementasikan alat backtesting.

Ada perdebatan mengenai apakah backtesting merupakan alat yang berguna dalam menentukan validitas strategi perdagangan, karena beberapa trader percaya bahwa lebih baik melakukan forward testing strategi atau algoritma Anda dalam lingkungan perdagangan langsung.