This article has been translated from English to Indonesian.

Dalam perdagangan forex, posisi short melibatkan penjualan mata uang dasar dari pasangan mata uang dengan harapan nilainya akan menurun relatif terhadap mata uang kutipan.

Pada dasarnya, Anda bertaruh bahwa mata uang pertama dalam pasangan tersebut akan melemah terhadap mata uang kedua.

Untuk memperjelas, ketika Anda mengambil posisi short pada pasangan mata uang:

  1. Anda menjual mata uang dasar (mata uang pertama dalam pasangan) dan membeli mata uang kutipan (mata uang kedua dalam pasangan).
  2. Jika mata uang dasar melemah (atau mata uang kutipan menguat), harga pasangan mata uang akan turun.
  3. Anda kemudian dapat menutup posisi short dengan membeli kembali pasangan mata uang tersebut pada harga yang lebih rendah, sehingga mendapatkan keuntungan dari selisih harga.

Misalnya, katakanlah Anda memperkirakan bahwa Euro (EUR) akan melemah terhadap Dolar AS (USD).

Anda memutuskan untuk melakukan short pada pasangan EUR/USD di level 1.1200.

Kemudian, jika harga EUR/USD turun menjadi 1.1100, Anda dapat menutup posisi short Anda dengan membeli pasangan mata uang tersebut pada harga yang lebih rendah. Selisih 0.0100 (atau 100 pips) adalah keuntungan Anda.

Namun, jika prediksi Anda salah dan EUR menguat terhadap USD (atau USD melemah terhadap EUR), harga pasangan tersebut akan naik, dan Anda akan mengalami kerugian jika memutuskan untuk menutup posisi Anda.