This article has been translated from English to Indonesian.
Ketika digunakan dalam perdagangan, "short" merujuk pada posisi yang menghasilkan keuntungan jika harga suatu aset turun.
Biasanya digunakan dalam konteks sebagai "going short"atau "taking a short position"atau "selling".
Shorting Forex
Ketika Anda berdagang di pasar forex, karena Anda membeli atau menjual pasangan mata uang, "going short" berarti Anda menjual mata uang dasar dan membeli mata uang kutipan.
Begini cara kerjanya:
- Anda memperkirakan bahwa nilai suatu mata uang akan turun terhadap mata uang lain di masa depan.
- Anda menjual pasangan mata uang, yang berarti Anda menjual mata uang dasar (mata uang pertama dalam pasangan) dan membeli mata uang kutipan (mata uang kedua dalam pasangan).
- Jika prediksi Anda benar dan mata uang dasar melemah terhadap mata uang kutipan, Anda dapat membeli kembali pasangan mata uang tersebut dengan harga yang lebih rendah.
- Perbedaan antara harga saat Anda awalnya menjual pasangan mata uang dan harga saat Anda membelinya kembali mewakili keuntungan Anda.
Misalnya, anggaplah Anda memperkirakan bahwa EUR akan melemah terhadap USD.
Ini berarti Anda mengharapkan pasangan mata uang EUR/USD akan turun.
Anda memutuskan untuk menjual (short selling) pasangan EUR/USD pada harga 1.2000.
Sekarang, misalkan prediksi Anda benar dan kurs turun menjadi 1.1900. Anda dapat membeli kembali pasangan EUR/USD pada harga yang lebih rendah ini.
Karena Anda menjual di 1.2000 dan membeli kembali di 1.1900, selisih 0.0100 (biasanya disebut 100 pips dalam perdagangan forex) adalah keuntungan Anda.
Namun, penting untuk diingat bahwa jika mata uang dasar menguat terhadap mata uang kutipan (yaitu, harga pasangan mata uang naik), Anda akan mengalami kerugian.
Hal ini karena Anda akan membeli kembali pasangan mata uang tersebut dengan harga yang lebih tinggi daripada harga jualnya.
Shorting Saham
“Shorting” atau “going short” dalam perdagangan saham merujuk pada tindakan menjual saham yang saat ini tidak Anda miliki, dengan harapan harganya akan turun di masa depan, sehingga Anda dapat membelinya kembali dengan harga lebih rendah dan mendapatkan keuntungan dari selisihnya.
Berikut adalah cara kerjanya dalam proses langkah demi langkah:
- Anda yakin harga saham akan turun di masa depan.
- Anda meminjam aset dari broker dan segera menjualnya di pasar dengan harga saat ini.
- Jika prediksi Anda benar dan harga aset tersebut turun, Anda kemudian membeli kembali aset tersebut di pasar dengan harga yang lebih rendah.
- Anda mengembalikan aset yang dipinjam kepada broker.
- Perbedaan antara harga saat Anda menjual aset tersebut dan harga saat Anda membelinya kembali mewakili keuntungan Anda.
Misalnya, Anda yakin bahwa harga saham XYZ, yang saat ini diperdagangkan seharga $50 per saham, akan turun.
Anda meminjam 100 saham dan segera menjualnya dengan total $5.000.
Kemudian, harga XYZ memang turun menjadi $40 per saham. Anda kemudian membeli kembali 100 saham seharga $4.000 dan mengembalikannya kepada broker.
Perbedaan sebesar $1.000 ($5.000 – $4.000) adalah keuntungan Anda, tidak termasuk biaya atau bunga yang dikenakan oleh broker untuk pinjaman tersebut.
Seperti halnya semua strategi perdagangan, short selling melibatkan risiko dan memerlukan pemahaman yang kuat tentang pasar serta manajemen risiko yang hati-hati.