This article has been translated from English to Indonesian.
Imbal hasil obligasi adalah jumlah tahunan yang Anda terima sebagai bunga dari obligasi, dalam persentase dari biaya awal obligasi.
Ini adalah premi yang dibayarkan kepada investor sebagai imbalan atas pemegang obligasi pemerintah atau korporasi.
Imbal hasil obligasi digunakan untuk membandingkan potensi imbal hasil dari berbagai jenis obligasi.
Pada dasarnya, obligasi adalah pinjaman dan berfungsi hampir sama dengan cara bank lokal mengenakan bunga kepada peminjam atas pinjaman yang diberikan.
Pedagang obligasi memperhatikan imbal hasil obligasi karena mencerminkan kepercayaan investor.
Jika permintaan obligasi lemah, imbal hasilnya naik untuk menarik lebih banyak pembeli.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi yang lebih rendah biasanya berarti bahwa ada permintaan yang tinggi dari investor, baik karena mereka yakin bahwa mereka akan dibayar kembali pada saat jatuh tempo atau karena mereka merasa bahwa obligasi adalah tempat yang aman untuk menyimpan aset mereka.
Suku bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi disebut kupon dan bersifat tetap, tetapi imbal hasilnya bervariasi karena rumusnya bergantung pada harga obligasi di pasar.
Misalnya, jika Anda membayar $100 untuk obligasi dengan suku bunga 5%, imbal hasil yang Anda terima adalah 5%.
Namun, jika Anda membeli obligasi yang sama seharga $88, imbal hasilnya akan sekitar 5,7%.
Angka ini dikenal sebagai im bal hasil saat ini.
Angka ini didasarkan pada harga pasar dan merupakan yang paling sering digunakan oleh investor untuk membandingkan obligasi.
Ada jenis imbal hasil obligasi lain yang perlu diperhatikan.
- Imbal hasil nominal, yang merupakan bunga yang dibayarkan dibagi dengan nilai nominal (nilai asli) obligasi.
- Imbal hasil hingga jatuh tempo, yang menunjukkan imbal hasil rata-rata yang dapat Anda harapkan dari obligasi jika Anda menahannya hingga mencapai akhir masa berlakunya.