This article has been translated from English to Indonesian.
Scalping dalam trading adalah tindakan membuka dan kemudian menutup posisi dengan sangat cepat, dengan harapan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang kecil.
Trader yang menerapkan taktik ini disebut scalper dan cenderung melakukan banyak scalping setiap hari.
Teori di balik scalping adalah bahwa pergerakan harga kecil lebih mudah diprediksi daripada pergerakan harga besar.
Keuntungan dari scalping cenderung kecil, tetapi kerugian dapat diminimalkan jika aturan ketat diikuti.

Scalping melibatkan melakukan banyak transaksi sepanjang hari perdagangan.
Scalper akan membeli (atau menjual pendek) suatu instrumen keuangan dan kemudian menjual (atau membeli untuk menutup posisi) setelah harga berubah sedikit sesuai dengan prediksi mereka.
Keuntungan dari setiap transaksi individu biasanya sangat kecil. Namun, tujuannya adalah agar keuntungan kecil tersebut akan terkumpul dengan melakukan sejumlah besar transaksi.
Seorang scalper forex memulai hari tradingnya dengan mengamati pasangan mata uang utama, seperti EUR/USD. Mereka secara khusus mencari pasangan mata uang dengan spread yang ketat, karena ini menawarkan peluang terbaik untuk keuntungan kecil dan cepat.
Misalkan pasangan EUR/USD diperdagangkan pada 1.1200/1.1201 (bid/ask), dan scalper memperkirakan harga akan naik. Mereka mungkin membeli volume besar, misalnya $100.000, pada harga ask 1.1201.
Scalper menargetkan pergerakan harga yang kecil. Jadi, jika harga naik menjadi 1.1202/1.1203, scalper dapat menjual pada harga bid baru 1.1202.
Perbedaan ini, yang disebut pip, sangat kecil—dalam contoh ini, sebesar 0.0001. Namun, saat bertransaksi dengan volume besar, bahkan jumlah kecil ini dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Dalam contoh ini, keuntungan akan sebesar $10 ($100.000 * 0.0001) tanpa memperhitungkan biaya transaksi.
Proses ini mungkin terjadi dalam waktu yang sangat singkat, terkadang hanya beberapa menit atau bahkan kurang. Scalper akan mengulangi proses ini, mungkin ratusan kali sepanjang hari perdagangan, dengan tujuan mengumpulkan sejumlah besar keuntungan kecil.
Seorang scalper yang memperdagangkan saham mungkin membeli 1.000 saham setelah saham tersebut mengalami pergerakan signifikan ke atas, dengan harapan bahwa beberapa pergerakan turun pertama setelah momentum naik berhenti akan diikuti oleh pergerakan naik yang lebih kecil.
Scalper akan menjual 1.000 saham tersebut pada tanda pertama pergerakan naik yang lebih kecil, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan kecil dari selisih harga beli dan jual.