This article has been translated from English to Indonesian.
Istilah"flat"dapat merujuk pada beberapa hal yang berbeda, tetapi dua arti yang paling umum adalah:
Flat sebagai Posisi
"Flat" adalah istilah yang digunakan oleh para trader untuk menggambarkan posisi yang telah sepenuhnya dinetralkan, artinya semua transaksi telah ditutup dan saat ini tidak ada posisi long atau short dalam portofolio.
Ketika seorang trader tidak memiliki eksposur apa pun terhadap pasar, posisinya disebut"flat".
Menjadi flat adalah pendekatan manajemen risiko yang sering digunakan pada akhir hari perdagangan oleh trader harian. Trader harian umumnya tidak menahan posisi semalaman untuk menghindari risiko celah harga saat pasar dibuka keesokan harinya. Oleh karena itu, mereka akan menjual semua posisi mereka, sehingga menjadi "flat" sebelum pasar tutup.
Selain itu, trader mungkin memutuskan untuk menjadi flat sebelum pengumuman ekonomi besar atau peristiwa yang dapat menyebabkan volatilitas signifikan di pasar. Tujuannya adalah untuk melindungi portofolio dari fluktuasi pasar yang tidak terduga.
Flat sebagai Kondisi Pasar
Dalam konteks yang berbeda, "flat" juga digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar.
Ketika pasar digambarkan sebagai "flat", hal ini menunjukkan kurangnya pergerakan harga yang jelas ke atas atau ke bawah pada saham, indeks, atau aset yang diperdagangkan lainnya.
Dengan kata lain, pasar tidak mengalami kenaikan atau penurunan nilai yang signifikan, dan rentang perdagangan secara keseluruhan cukup sempit.
Pasar datar ditandai dengan volume perdagangan yang lebih rendah dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya rilis data ekonomi, libur nasional di pusat keuangan utama, atau ketidakpastian di kalangan trader.
Memahami pasar datar sangat penting untuk merancang strategi perdagangan yang tepat. Misalnya, dalam pasar yang sedang tren, trader mungkin menerapkan strategi momentum, membeli aset yang sedang naik dan menjual aset yang sedang turun. Namun, strategi ini seringkali tidak efektif dalam pasar datar.
Dalam kondisi tersebut, trader mungkin menggunakan strategi rentang, membeli di ujung bawah rentang dan menjual di ujung atas rentang.