This article has been translated from English to Indonesian.
Nilai tukar adalah jumlah mata uang yang diperlukan untuk membeli satu unit mata uang lain.
Misalnya, nilai tukar GBP/USD adalah 1,20.
Ini berarti bahwa untuk membeli 1 pound Inggris, diperlukan 1.20 dolar AS.
Misalnya, jika sebuah perusahaan perlu membeli persediaan dari luar negeri, mereka sering kali harus menukar mata uang mereka dengan mata uang pemasok untuk melakukan pembayaran.
Nilai tukar langsung berperan dalam menentukan jumlah mata uang domestik yang diperlukan untuk memenuhi harga mata uang pemasok. Nilai tukar secara inheren fluktuatif dan rentan terhadap risiko.
Jenis-Jenis Kurs Valuta Asing
Ada dua jenis nilai tukar:
- Fixed
- Fleksibel
Apa itu nilai tukar tetap?
Nilai tukar tetap adalah nilai tukar mata uang suatu negara yang "dijangkar" ke mata uang yang lebih kuat.
Tujuannya adalah untuk menjaga nilai mata uang yang lebih lemah dalam kisaran yang ketat, guna melindungi mata uang tersebut dari fluktuasi yang liar.
Nilai tukar tetap melindungi penilaian mata uang yang lebih lemah dengan mengurangi ketidakpastian terkait harga impor dan ekspor.
Hal ini membantu bank sentral mempertahankan suku bunga rendah dan, dengan demikian, tingkat inflasi yang rendah.
Tujuannya adalah untuk merangsang perdagangan dan perekonomian secara keseluruhan.
Negara-negara secara tradisional mengaitkan mata uangnya dengan mata uang mitra dagang terbesar mereka.
Misalnya, banyak negara Afrika telah mengaitkan mata uangnya dengan euro. Dan banyak negara Amerika Latin telah mengaitkan mata uangnya dengan dolar AS.
Apa itu kurs valuta asing yang mengambang?
Berbeda dengan kurs tetap, kurs mengambang adalah pasangan mata uang yang nilainya terus berubah.
Mata uang yang mengambang bebas adalah yang paling banyak digunakan dalam perdagangan global.
Mereka digunakan hampir di seluruh dunia di negara-negara "maju".
Nilai tukar mengambang dapat berubah setiap detik, sebagai akibat dari faktor-faktor variabel yang terus berubah yang memengaruhi kekuatan mata uang.
Kekuatan mata uang diukur dengan membandingkannya dengan mata uang lain melalui nilai tukar.
Nilai tukar berfluktuasi karena nilai mata uang ditentukan oleh serangkaian faktor penawaran dan permintaan, termasuk arus perdagangan, pariwisata, suku bunga, tingkat inflasi, stabilitas politik, dan spekulasi.
Misalnya, jika suku bunga dinaikkan secara substansial di Jepang, permintaan yen Jepang akan meningkat karena orang-orang akan menginvestasikan uangnya dalam mata uang Jepang untuk memanfaatkan kenaikan suku bunga dan menghasilkan uang. Jika suku bunga turun, konsekuensi sebaliknya sangat mungkin terjadi.
Oleh karena itu, pemerintah berusaha mengendalikan berbagai faktor untuk memastikan nilai tukar berada pada tingkat yang akan membantu pertumbuhan ekonomi masing-masing negara. Seringkali, keseimbangan yang rumit harus dicapai.