This article has been translated from English to Indonesian.

"Down tick"merujuk pada transaksi yang dieksekusi pada harga yang lebih rendah daripada transaksi sebelumnya yang melibatkan instrumen keuangan yang sama.

Dengan kata lain, down tick terjadi ketika instrumen keuangan seperti saham, obligasi, atau komoditas dijual dengan harga yang lebih rendah daripada transaksi sebelumnya.

Konsep "tick" digunakan di pasar keuangan untuk mengukur pergerakan harga sekuritas ke atas atau ke bawah dalam satuan terkecil.

"Down tick" mewakili penurunan harga, sementara "up tick" mewakili kenaikan harga.

Pentingnya down tick dan up tick telah berkurang sedikit dengan adanya desimalisasi di pasar keuangan. Namun, keduanya tetap penting dalam konteks aturan dan strategi tertentu.

Misalnya, "uptick rule" Komisi Sekuritas dan Bursa Efek AS (SEC), yang berlaku dari 1938 hingga 2007, menyatakan bahwa penjualan pendek saham hanya diizinkan pada uptick atau zero plus tick, untuk mencegah "bear raids" di mana pedagang mungkin menurunkan harga saham dengan menjual pendek volume besar saham tersebut.

Bagi trader harian dan trader frekuensi tinggi, memahami dan melacak pergerakan tick dapat menjadi bagian kritis dari strategi trading mereka saat berusaha memanfaatkan pergerakan harga kecil dan cepat sepanjang hari trading.