This article has been translated from English to Indonesian.

Rufiyaa Maldives (MVR) adalah mata uang resmi Maldives, sebuah negara kepulauan di Samudra Hindia.

Rufiyaa diperkenalkan pada tahun 1947, menggantikan Rupee Ceylon dengan nilai tukar yang sama.

Otoritas Moneter Maldives bertanggung jawab atas penerbitan dan pengelolaan Rupee Maldives.

Sistem Kurs Valuta

Rufiyaa Maladewa beroperasi di bawah sistem nilai tukar mengambang terkendali, yang berarti nilainya terhadap mata uang lain dapat berfluktuasi berdasarkan penawaran dan permintaan di pasar valuta asing.

Otoritas Moneter Maldives campur tangan di pasar untuk mengelola nilai tukar dan menjaga stabilitas, terutama terhadap mata uang mitra dagang utama seperti Dolar AS, Euro, dan mata uang negara-negara tetangga.

Subdivisi dan Denominasi

Rufiyaa Maldives dibagi menjadi 100 unit yang lebih kecil yang disebut laari.

Koin diterbitkan dalam denominasi 1, 2, 5, 10, 25, dan 50 laari, serta 1 dan 2 Rufiyaa.

Uang kertas tersedia dalam denominasi 5, 10, 20, 50, 100, dan 500 Rufiyaa.

Ekonomi

Perekonomian Maladewa sangat bergantung pada pariwisata, yang menyumbang sebagian besar PDB dan pendapatan devisa negara ini.

Kepulauan yang indah, pantai pasir putih, dan air laut yang jernih menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Selain pariwisata, Maladewa juga memiliki industri perikanan yang kecil namun penting, dengan fokus utama pada tuna.

Maladewa menghadapi beberapa tantangan ekonomi, termasuk kurangnya diversifikasi, kerentanan terhadap perubahan iklim, dan sumber daya alam yang terbatas.

Negara ini telah berupaya untuk mendiversifikasi ekonominya dan berinvestasi dalam infrastruktur guna mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pariwisata.

Ringkasan

Secara ringkas, Rufiyaa Maldives adalah mata uang resmi Maldives, dan pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Otoritas Moneter Maldives.

Mata uang ini beroperasi di bawah sistem nilai tukar mengambang terkendali dan dibagi menjadi laari, dengan koin dan uang kertas yang diterbitkan dalam berbagai denominasi.

Perekonomian Maladewa sangat bergantung pada pariwisata dan memiliki industri perikanan yang kecil.

Negara ini sedang berupaya untuk mendiversifikasi ekonominya, berinvestasi dalam infrastruktur, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan guna mengurangi ketergantungannya pada pariwisata.