This article has been translated from English to Indonesian.

G7 merupakan singkatan dari "Kelompok Tujuh" negara-negara industri maju.

Kelompok ini sebelumnya dikenal sebagai G8 (Kelompok Delapan) hingga tahun 2014 ketika Rusia dikeluarkan karena aneksasi Krimea dari Ukraina.

Kelompok Tujuh adalah negara-negara industri terkemuka di dunia: Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Prancis, Inggris, Kanada, dan Italia.

Mengapa G7 dibentuk?

G7 dibentuk lebih dari empat dekade lalu sebagai pertemuan tahunan para pemimpin politik untuk membahas dan bertukar gagasan tentang berbagai masalah, termasuk ekonomi global, keamanan, dan energi.

Prancis, Italia, Jepang, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Jerman Barat membentuk Kelompok Enam pada tahun 1975. Kanada bergabung pada tahun berikutnya.

Rusia akhirnya bergabung pada tahun 1998 dan keanggotaannya dimaksudkan sebagai sinyal kerja sama antara Timur dan Barat setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

G7 adalah blok informal dan tidak mengambil keputusan yang mengikat, sehingga pernyataan para pemimpin di akhir KTT tidak memiliki kekuatan hukum.

Negara-negara mana saja yang menjadi anggota G7?

Kelompok ini terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, Jepang, Prancis, dan Italia.

Sebagai sebuah kelompok, negara-negara G7 mewakili sekitar 40% PDB global dan 10% populasi dunia.

Uni Eropa telah terlibat dalam kerja G7 sejak 1977 dan diwakili di KTT oleh Presiden Komisi Eropa dan Presiden Dewan Eropa.

Uni Eropa secara bertahap telah dilibatkan dalam semua pembahasan politik di agenda meskipun tidak memiliki status anggota resmi.

Mengapa Rusia dikeluarkan dari G8?

Rusia dikeluarkan dari G8 pada tahun 2014 setelah mencaplok Krimea dari Ukraina, yang dianggap oleh para pemimpin sebagai "pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina".

Presiden Barack Obama dan para pemimpin dunia lainnya mengumumkan dalam pernyataan bersama yang berjudul Deklarasi Den Haag pada Maret 2014 bahwa mereka akan membatalkan pertemuan yang direncanakan tahun itu di Sochi, Rusia.

Apa perbedaan antara G7 dan G20?

G7 dan G20 adalah dua kelompok negara yang berkumpul untuk membahas dan menangani isu-isu global penting di bidang ekonomi, politik, dan sosial. Namun, keduanya berbeda dalam hal keanggotaan, cakupan, dan tujuan.

G7 terutama berkaitan dengan politik, sedangkan G20 adalah kelompok yang lebih luas yang berfokus pada ekonomi global.

Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

Keanggotaan

G7: Kelompok Tujuh (G7) adalah kelompok informal yang terdiri dari tujuh ekonomi terkemuka di dunia, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Inggris, Italia, dan Jepang. Uni Eropa (UE) juga diwakili dalam G7 tetapi bukan anggota resmi.

G20: Kelompok Dua Puluh (G20) adalah kelompok yang lebih luas dan inklusif, yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa. Kelompok ini mencakup anggota G7 bersama dengan negara-negara dengan ekonomi besar lainnya, seperti Argentina, Australia, Brasil, Tiongkok, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Turki.

Ruang Lingkup dan Tujuan

G7: G7 terutama berfokus pada penanganan masalah ekonomi global dan koordinasi kebijakan ekonomi di antara para anggotanya. G7 awalnya dibentuk pada tahun 1970-an sebagai tanggapan terhadap krisis ekonomi global, seperti runtuhnya sistem Bretton Woods dan krisis minyak. Selama bertahun-tahun, agenda G7 telah berkembang untuk mencakup masalah lain, seperti perubahan iklim, kesehatan global, dan keamanan.

G20: G20 dibentuk pada tahun 1999 dengan tujuan menyatukan negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia untuk membahas dan menangani masalah-masalah global yang mendesak. Meskipun juga berfokus pada masalah ekonomi, agenda G20 lebih luas daripada G7 karena mencakup berbagai topik, termasuk stabilitas keuangan, perdagangan internasional, ketenagakerjaan, pembangunan, dan energi. Tujuan G20 adalah memfasilitasi kerja sama ekonomi internasional dan memastikan stabilitas keuangan global.

Pengaruh dan Perwakilan

G7: G7 mewakili kelompok negara-negara dengan ekonomi maju yang lebih kecil dan lebih selektif. Secara kolektif, mereka mewakili sebagian besar output ekonomi global, tetapi pengaruhnya telah berkurang seiring dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seperti Tiongkok dan India.

G20: G20 memiliki keanggotaan yang lebih beragam, mewakili negara-negara maju dan berkembang. Akibatnya, G20 mencakup sekitar 85% PDB global, lebih dari 75% perdagangan global, dan sekitar dua pertiga populasi dunia. Representasi yang luas ini memberikan G20 pengaruh dan legitimasi yang lebih besar dalam menangani masalah global dibandingkan dengan G7.

Secara ringkas, G7 dan G20 adalah forum internasional untuk membahas dan menangani tantangan global, tetapi keduanya berbeda dalam hal keanggotaan, cakupan, dan tujuan.

G7 adalah kelompok kecil negara-negara maju, sedangkan G20 adalah kelompok yang lebih besar dan inklusif yang mewakili berbagai negara dan isu.