This article has been translated from English to Indonesian.

Harga minyak mentah WTI telah menembus level support di sekitar $62 per barel dan kini tampaknya siap untuk menguji kembali area tersebut.

Apakah level ini akan bertahan sebagai resistensi?

Minyak Mentah WTI (USOIL): 4 jam

WTI Crude Oil (USOIL) 4-hour Chart by TradingView

Grafik 4 Jam Minyak Mentah WTI (USOIL) oleh TradingView

Kekhawatiran kelebihan pasokan kembali muncul, kali ini dipicu oleh rumor peningkatan produksi OPEC+ dan kembali berlanjutnya aliran minyak mentah dari Kurdistan Irak ke Turki, yang menarik harga minyak mentah WTI di bawah zona dukungan yang kuat pada awal pekan lalu.

Namun, ketegangan geopolitik di Rusia membatasi kerugian, karena investor terus khawatir tentang dampak konflik yang meningkat terhadap produksi minyak.

Bisakah komoditas energi ini mengalami rebound yang lebih tinggi?

Ingatlah bahwa bias arah dan kondisi volatilitas harga pasar umumnya dipengaruhi oleh faktor fundamental. Jika Anda belum melakukan analisis fundamental terhadap minyak mentah WTI dan dolar AS, saatnya untuk memeriksa kalender ekonomi dan tetap update dengan berita fundamental harian!

Fokus beralih ke rilis notulen rapat FOMC minggu ini, karena bias kebijakan mereka masih dapat mempengaruhi selera risiko secara keseluruhan menjelang rilis NFP yang tertunda.

Sementara itu, dolar AS mungkin tetap berada di posisi defensif karena ekspektasi laporan pekerjaan resmi yang suram, yang dapat memicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish dari The Fed, mungkin mendorong dorongan lain bagi aset berisiko.

Minyak mentah WTI mendekati level pivot ($62,16) yang sejajar dengan level support yang telah ditembus, sementara koreksi yang lebih besar dapat mencapai level Fibonacci 38,2% dekat $63 per barel. Level Fibonacci 50% juga dapat membatasi kenaikan, karena sejajar dengan titik infleksi dinamis di rata-rata bergerak.

Waspadai pola candlestick pembalikan di area ini, karena kelanjutan penurunan dapat membawa minyak mentah ke level swing low di $60,35 per barel atau ke target bearish berikutnya di S1 ($58,92).

Terlepas dari bias perdagangan yang Anda pilih, jangan lupa untuk menerapkan manajemen risiko yang tepat dan tetap waspada terhadap katalis utama yang dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Peringatan:
Harap diperhatikan bahwa konten analisis teknis yang disediakan di sini hanya untuk tujuan informatif dan edukatif. Hal ini tidak boleh diartikan sebagai saran trading atau rekomendasi arah tertentu. Analisis teknis hanyalah salah satu aspek dari strategi trading komprehensif. Pengaturan teknis yang dibahas dimaksudkan untuk menyoroti area potensial yang mungkin diamati oleh trader lain. Pada akhirnya, semua keputusan trading, strategi manajemen risiko, dan hasilnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing trader. Silakan trading dengan bertanggung jawab.