This article has been translated from English to Indonesian.
Level dukungan adalah konsep dalam analisis teknis yang menunjukkan saat suatu aset mencapai level harga di mana peserta pasar enggan untuk terus menjual, sehingga harga berhenti turun.
Support adalah level harga di mana pergerakan turun mungkin tertahan oleh permintaan yang terakumulasi di atau sekitar level harga tersebut.
Level support adalah level harga di mana aset mungkin kesulitan untuk turun di bawahnya karena para trader cenderung membeli di sekitar level tersebut.
Semakin dekat harga mendekati level support, semakin banyak pembeli yang aktif.

Memahami Level Support
Support dapat dijelaskan sebagai:
- Tingkat harga di mana suatu aset kesulitan untuk turun di bawahnya.
- Level harga di mana pembelian diharapkan terjadi.
Pada dasarnya, 'support' dalam trading mengacu pada level harga di mana tren penurunan pasangan mata uang mungkin terhenti karena peningkatan permintaan atau minat pembelian.
Saat harga mendekati level support ini, diperkirakan permintaan akan mulai melebihi penawaran dan mencegah harga turun di bawah level tersebut.
Biasanya, pasar enggan membiarkan aset turun di bawah level support-nya, dengan pembeli masuk untuk menaikkan harga aset kembali.
Hal ini membuatnya berlawanan dengan level resistensi, yang merupakan level harga di mana pasar enggan membiarkan harga aset naik lebih tinggi.
Jika aset bergerak di bawah level supportnya, maka level support tersebut telah "terlewati".
Mengetahui di mana level support dan resistance suatu aset berada dapat membantu trader memilih waktu terbaik untuk masuk ke pasar, serta di mana menempatkan stop dan limit.
Level support sering kali ditetapkan oleh level rendah sebelumnya pada grafik harga. Level-level ini mewakili titik di mana pasar telah menunjukkan reaksi yang kuat di masa lalu.
Misalnya, jika setiap kali pasangan EUR/USD turun ke 1.1000, pembeli masuk dan mendorong harga kembali naik, 1.1000 akan dianggap sebagai level support.
Namun, level support tidak statis dan dapat ditembus, terutama selama pergerakan bearish (turun) yang kuat.
Jika harga menembus di bawah level support, hal ini seringkali menyebabkan penurunan signifikan karena level support tersebut berubah menjadi level resistance, titik di mana pasar telah menunjukkan penjualan besar-besaran secara historis.
Mengaplikasikan Level Support dalam Perdagangan Forex
Level support memainkan peran krusial dalam strategi trading forex, terutama yang berbasis analisis teknis.
Trader menggunakan level-level ini untuk membantu menentukan waktu masuk ke perdagangan, mengharapkan harga akan memantul dari level support.
Misalnya, jika seorang trader mengidentifikasi bahwa pasangan GBP/USD memiliki level support yang kuat di 1.2000, mereka mungkin memutuskan untuk membeli pasangan tersebut setiap kali harganya mendekati level tersebut, mengantisipasi bahwa harganya akan memantul kembali.
Level support juga membantu dalam mengelola risiko dengan menyediakan titik logis untuk menetapkan pesanan stop-loss.
Dalam contoh di atas, jika seorang trader membeli GBP/USD di 1.2020, mengharapkan rebound di level support 1.2000, mereka mungkin menetapkan pesanan stop-loss sedikit di bawah level ini, misalnya di 1.1980, untuk membatasi kerugian potensial jika level support tersebut terpecah.
Menafsirkan Level Support yang Terpecah
Seperti yang telah disebutkan, level support bukanlah penghalang yang tak terkalahkan, dan harga dapat menembusnya.
Penembusan level support menandakan bahwa pihak penjual ( bear ) telah mengalahkan pihak pembeli ( bull ) pada level harga tertentu.
Setelah level support ditembus, level tersebut seringkali menjadi level resistance baru.
Misalnya, jika level support 1.2000 pada GBP/USD ditembus dan harga turun ke 1.1950, level 1.2000 mungkin kini bertindak sebagai level resistance, mencegah harga naik kembali.
Ringkasan
Level support merupakan konsep dasar dalam analisis teknikal.
Mereka memberikan ukuran tingkat harga di mana penurunan pasangan mata uang dapat dihentikan karena peningkatan permintaan.
Mengidentifikasi level-level ini dapat membantu Anda membuat keputusan yang terinformasi tentang kapan harus masuk atau keluar dari perdagangan.
Namun, penting untuk diingat bahwa level support, seperti alat trading lainnya, tidaklah sempurna.
Kondisi pasar dapat berubah, dan apa yang berhasil dalam satu skenario mungkin tidak berlaku dalam skenario lain.