This article has been translated from English to Indonesian.

Posisi terbuka merujuk pada setiap transaksi yang telah dibuka atau dieksekusi dan belum ditutup dengan transaksi yang berlawanan.

Posisi terbuka dapat terjadi setelah pesanan beli (long) atau jual (short).

  • Posisi Panjang: Jika Anda telah membeli sekuritas dengan harapan bahwa aset tersebut akan naik nilainya, Anda memiliki "posisi panjang terbuka" pada sekuritas tersebut. Posisi tersebut tetap terbuka sampai Anda menjual sekuritas tersebut, dan pada saat itu posisi tersebut ditutup.
  • Posisi Pendek: Jika Anda telah menjual sekuritas yang tidak Anda miliki (praktik umum dalam penjualan singkat), dengan harapan bahwa aset tersebut akan turun nilainya, Anda memiliki "posisi pendek terbuka". Posisi tersebut tetap terbuka sampai Anda membeli kembali sekuritas tersebut (juga dikenal sebagai penutupan), sehingga posisi tersebut ditutup.

Saat posisi terbuka, ekuitas trader akan berfluktuasi sesuai dengan nilai pasar posisi tersebut.

Keuntungan atau kerugian tidak terealisasi selama posisi terbuka; keuntungan atau kerugian menjadi terealisasi saat posisi ditutup.

Penting untuk dicatat bahwa posisi terbuka memiliki risiko – semakin lama Anda mempertahankan posisi terbuka, semakin tinggi kemungkinan pasar bergerak melawan posisi Anda, yang berpotensi menyebabkan kerugian.

Namun, banyak strategi perdagangan melibatkan mempertahankan posisi terbuka selama periode tertentu untuk mendapatkan keuntungan, tergantung pada toleransi risiko trader dan prospek pasar.