This article has been translated from English to Indonesian.

Analisis multi-time frame adalah proses melihat aset mata uang yang sama pada berbagai time frame yang berbeda pada grafik.

Analisis multi-time frame mengikuti pendekatan top-down dalam trading dan memungkinkan trader untuk menilai tren jangka panjang sambil mencari titik masuk yang ideal pada grafik dengan time frame yang lebih pendek.

Penggunaan analisis multi-time frame dapat meningkatkan peluang keberhasilan suatu transaksi.

Multiple Time Frame Analysis

Trader yang menggunakan analisis multi-time frame menganut Teori Dow.

Charles H. Dow berargumen bahwa pergerakan harga terjadi dalam tiga cara:

  1. Tren utama
  2. Reaksi sekunder
  3. Tren minor

Dia membandingkan pergerakan harga pasar ini dengan pasang surut laut besar, gelombang, dan riak.

Menurut Teori Dow:

  • Tren utama dapat berlangsung selama beberapa tahun atau lebih.
  • Tren sekunder, atau reaksi, dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Gelombang kecil, atau tren minor jangka pendek, dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu.

Bagaimana trader dapat menerapkan metodologi perdagangan dengan multiple time frame ini ke dalam perdagangan mereka?

Saat menganalisis grafik, pertimbangkan untuk menggunakan beberapa kerangka waktu untuk menentukan kapan Anda mengonfirmasi tren dan memilih posisi saat tren sejalan.

  • Mulailah dengan pendekatan top-down dengan melihat grafik mingguan untuk menentukan arah pasar atau tren utama.
  • Grafik harian dapat digunakan untuk menentukan reaksi pasar sekunder potensial, yang merupakan koreksi melawan tren.
  • Tren minor dapat dilihat pada grafik jam

Cara Berdagang dengan Multiple Time Frames

Untuk mencari tren utama, Anda dapat memulai dengan melihat grafik mingguan.

Jika Anda mengidentifikasi tren naik utama pada grafik mingguan tersebut, akan lebih mudah untuk mengenali tren jangka pendek pada grafik harian atau bahkan grafik dengan kerangka waktu yang lebih singkat.

Memulai dengan grafik jangka panjang terlebih dahulu dan kemudian memastikan bahwa semua tren sejalan lebih logis saat mempertimbangkan keputusan trading.

Bagaimana Anda dapat memasukkan analisis berbagai kerangka waktu ke dalam rutinitas trading Anda?

Salah satu cara adalah dengan menerapkan analisis teknis menggunakan beberapa kerangka waktu.

Misalnya, jika Anda menggunakan rata-rata bergerak, apakah semua rata-rata bergerak menunjukkan tren naik di berbagai kerangka waktu?

Jika Anda hanya melihat grafik 15 menit dan melihat tren naik, sulit untuk menentukan apakah tren naik ini terjadi dalam tren naik atau turun yang lebih besar.

Tren jangka pendek merupakan bagian dari tren yang lebih besar, dan disarankan untuk bertransaksi sesuai arah tren utama.

Lebih baik mulai dengan grafik kerangka waktu mingguan untuk mengonfirmasi tren besar sebelum beralih ke grafik jangka pendek.

Trading dengan beberapa kerangka waktu tidak harus mengubah strategi Anda.

Anda hanya menggunakan lebih banyak informasi sehingga keputusan trading Anda tidak dibuat secara buta.

Tanyakan pada diri Anda, “Tren apa yang sedang saya ikuti?”

Semakin sadar Anda akan arah tren, semakin baik Anda dalam membuat keputusan masuk dan keluar.