This article has been translated from English to Indonesian.
Keranjang mata uang, juga dikenal sebagai komposit mata uang atau indeks mata uang, adalah kumpulan mata uang berbeda yang dikelompokkan bersama dan diberi bobot berdasarkan metodologi tertentu.
Tujuan utama keranjang mata uang adalah untuk memberikan tolok ukur atau mengukur nilai satu mata uang terhadap sekelompok mata uang lain, bukan terhadap satu pasangan mata uang.
Keranjang mata uang sering digunakan oleh bank sentral, korporasi multinasional, dan dana investasi untuk mengelola eksposur mata uang, melindungi diri dari risiko mata uang, atau menerapkan strategi investasi.
Misalnya, Dana Moneter Internasional (IMF) menggunakan keranjang mata uang yang disebut Hak Penarikan Khusus (SDR) untuk melengkapi cadangan resmi negara-negara anggotanya.
SDR terdiri dari lima mata uang utama: Dolar AS, Euro, Yuan Tiongkok, Yen Jepang, dan Pound Inggris, dengan setiap mata uang diberi bobot tertentu berdasarkan kepentingannya dalam perdagangan dan keuangan internasional.
Pedagang mata uang dan investor juga dapat menggunakan keranjang mata uang untuk diversifikasi portofolio, melindungi diri dari risiko, atau mendapatkan eksposur terhadap wilayah atau sektor ekonomi tertentu.
Misalnya, seorang pedagang yang ingin berinvestasi di pasar Asia dapat membuat keranjang mata uang yang terdiri dari beberapa mata uang Asia, seperti Yen Jepang, Yuan Tiongkok, dan Won Korea Selatan, untuk menyebar risikonya ke beberapa mata uang daripada berfokus pada satu pasangan mata uang.