This article has been translated from English to Indonesian.
Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) didukung oleh bank sentral pemerintah, yang berarti mereka yang memegang tanggung jawab, bukan bank swasta Anda.
Seiring dengan semakin populernya mata uang digital terdesentralisasi seperti bitcoin, bank sentral di seluruh dunia mulai menyadari bahwa mereka harus ikut serta atau membiarkan evolusi uang berlalu begitu saja.
Apa itu CBDC?
Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) adalah bentuk digital dari mata uang fiat suatu negara yang juga merupakan klaim atas bank sentral.
Alih-alih mencetak uang, bank sentral menerbitkan koin elektronik atau rekening yang didukung oleh kepercayaan penuh dan jaminan pemerintah.
CBDC adalah kewajiban bank sentral, yang berarti pemerintah harus mempertahankan cadangan dan simpanan untuk mendukungnya, bukan bank swasta.
Bank Sentral Swedia (Riksbank) adalah bank sentral yang paling banyak melakukan penelitian tentang topik ini, dan Bank Sentral Eropa (ECB) juga bergerak cepat.
BIS bersama dengan Riksbank, Fed, ECB, Bank of England, Bank of Japan, Bank of Canada, dan Swiss National Bank menerbitkan laporan bersama yang membahas fitur-fitur inti CBDC.
Baru-baru ini, Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) menerbitkan 10 juta yuan digital kepada 50.000 orang di wilayah Shenzhen.
Langkah ini adalah yang terbaru dari serangkaian uji coba untuk menguji Digital Currency Electronic Payment (DCEP) baru Tiongkok.
Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) menerbitkan rancangan undang-undang yang akan memberikan status hukum kepada sistem Pembayaran Elektronik Mata Uang Digital (DCEP), dan untuk pertama kalinya, yuan digital akan diizinkan untuk beredar dan dikonversi seperti mata uang fisik.
Pemerintah pusat telah menjelaskan bahwa tujuan DCEP termasuk menggantikan uang tunai, mempertahankan kontrol pemerintah atas mata uang, dan menciptakan sebanyak mungkin skenario aplikasi ritel kecil.
China juga berupaya menginternasionalkan yuan dengan meningkatkan penggunaannya dalam penyelesaian transaksi internasional.
Kemajuan lebih lanjut dalam implementasi CBDC kemungkinan akan menimbulkan
pertanyaan tentang implikasi bagi kebijakan moneter dan nilai tukar.