This article has been translated from English to Indonesian.
Riel Kamboja (KHR) adalah mata uang resmi Kamboja, sebuah negara yang terletak di Asia Tenggara.
Kamboja berbatasan dengan Thailand di sebelah barat dan barat laut, Laos di sebelah timur laut, dan Vietnam di sebelah timur dan tenggara.
Mata uang ini diterbitkan dan dikelola oleh Bank Nasional Kamboja, yang berfungsi sebagai bank sentral negara tersebut.
Simbol untuk Riel Kamboja adalah "៛", dan kadang-kadang disingkat menjadi "CR" atau "KHR".
Riel Kamboja dibagi menjadi 100 unit yang lebih kecil disebut “kak” atau “sen”, meskipun unit-unit ini tidak lagi digunakan secara praktis karena nilainya yang sangat rendah.
Uang kertas tersedia dalam denominasi 50, 100, 200, 500, 1.000, 2.000, 5.000, 10.000, 20.000, 50.000, dan 100.000 Riel.
Koin diterbitkan dalam denominasi 50, 100, 200, dan 500 Riel, meskipun koin ini jarang digunakan dalam transaksi sehari-hari.
Selain Riel Kamboja, dolar AS juga diterima dan digunakan secara luas untuk banyak transaksi, terutama di kota-kota besar dan daerah wisata.
Sistem mata uang ganda ini telah berlaku sejak awal 1990-an ketika dolar AS mulai beredar bersamaan dengan Riel.
Akibatnya, nilai tukar antara Riel dan dolar AS relatif stabil selama bertahun-tahun.
Perekonomian Kamboja sebagian besar didasarkan pada pertanian, garmen, dan pariwisata, yang bersama-sama menyumbang sebagian besar PDB dan lapangan kerja.
Negara ini telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih menghadapi tantangan terkait kemiskinan, infrastruktur, dan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
Secara ringkas, Riel Kamboja adalah mata uang resmi Kamboja dan dikelola oleh Bank Nasional Kamboja.
Mata uang ini dibagi menjadi unit yang lebih kecil yang disebut "kak" atau "sen" dan diterbitkan dalam berbagai denominasi uang kertas dan koin.
Dolar AS juga diterima dan digunakan secara luas di negara ini, sehingga berkontribusi pada sistem mata uang ganda.
Ekonomi Kamboja bergantung pada pertanian, industri garmen, dan pariwisata, dan negara ini menghadapi tantangan berkelanjutan terkait kemiskinan dan infrastruktur.