This article has been translated from English to Indonesian.
Bucket shop forex adalah perusahaan pialang yang memiliki praktik perdagangan yang "dipertanyakan", seperti kutipan harga yang tidak wajar atau sering diulang, selisih harga yang hanya menguntungkan pialang, dan praktik "stop hunting".

Pernahkah Anda menonton Boiler Room?
Aduh, jangan bilang kamu melewatkan pidato legendaris Ben Affleck tentang uang?!
“Mereka bilang uang tidak bisa membeli kebahagiaan? Lihat senyum di wajahku. Dari telinga ke telinga, sayang!”
Dan tepatnya filosofi serakah dan berorientasi pada uang inilah yang mendorong orang-orang yang mengoperasikan bucket shops.
Nama tersebut berasal dari broker pada masa lalu yang biasa mencatat pesanan klien melalui telepon di selembar kertas, lalu membuangnya (kertasnya, bukan kliennya) ke dalam ember kecil alih-alih mengeksekusi pesanan tersebut.
Tanpa memasukkan pesanan ke pasar bebas, klien sebenarnya bertaruh melawan operator bucket shop forex yang juga dikenal sebagai bucketeers.
Para bucketeers lama ini biasanya tidak mengungkapkan harga sebenarnya dari aset yang diperdagangkan oleh klien mereka, artinya mereka bisa memberitahu klien bahwa harga bergerak atau tidak bergerak—apa pun yang menguntungkan broker!
Namun, berkat penemuan internet—serta peraturan dan penegakan hukum yang semakin baik—pemula tidak perlu terlalu khawatir saat ini.
Sayangnya, bucket shop masih ada di luar sana, jadi waspadalah!
Untungnya, kami di BabyPips.com siap membantu Anda menghindari menaruh uang hasil jerih payah Anda pada para bucketeers yang jahat ini.
Untuk membantu Anda membedakan broker yang baik dari yang buruk, kunjungi Forum Broker Forex, di mana para trader forex berbagi umpan balik dan pengalaman mereka tentang berbagai broker.
Jadi, sebelum Anda menyetor uang Anda ke sembarang orang, pastikan untuk melakukan due diligence dan penyelidikan agar terhindar dari broker penipu dan skema penipuan forex. Perlu diingat, banyak di luar sana dan kami akan membahasnya lebih lanjut nanti!