This article has been translated from English to Indonesian.
Hammer adalah pola kandil Jepang tunggal.
Candlestick ini berwarna hitam atau putih yang terdiri dari tubuh kecil di dekat titik tertinggi dengan sedikit atau tanpa bayangan atas dan bayangan bawah yang panjang (atau ekor).
Candlestick Hammer dianggap sebagai pola bullish ketika terbentuk selama tren turun.
Singkatnya, candlestick Hammer muncul selama tren turun, menampilkan bayangan bawah yang panjang dengan tubuh nyata kecil di bagian atas rentang.
Harga mungkin sedang membentuk dasar dan akan berbalik ke atas.
Pola candlestick Hammer harus memenuhi kriteria berikut:
- Lilin harus memiliki bayangan atas yang sangat pendek atau tidak ada bayangan atas sama sekali.
- Bayangan bawah lilin harus cukup tinggi (setidaknya dua kali tinggi tubuh).
- Lilin harus terbentuk setelah tren turun yang jelas.
- Badan lilin harus berada di bagian atas rentang perdagangan.
- Warna tubuh tidak penting (meskipun lilin putih mengisyaratkan bias yang lebih bullish).
- Lilin harus dikonfirmasi pada hari berikutnya, dengan harga diperdagangkan di atas tubuh Hammer.
Jangan salah mengartikan Hammer dengan Hanging Man.
Hanging Man terlihat identik tetapi hanya terbentuk di akhir tren naik, sedangkan Hammer terbentuk setelah tren turun.
